Sabtu, 25 Mei 2013 | 13:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Metropolitan Cycling Community - OpenX
Tips Membeli Sepeda Gunung/ MTB (2)
Headline
inilah.com
Oleh:
gowes - Selasa, 28 Agustus 2012 | 13:13 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sepeda gunung ada yang dilengkapi suspensi depan saja (hardtail), ada juga yang sekaligus memiliki suspensi depan dan belakang (dual supension/ full suspension) atau populer dengan istilah fulsus. Pilih yang mana?

Ketika menanyakan hal ini biasanya para pemula akan disarankan memulai dengan hardtail. Alasannya antara lain agar para pemula terlebih dulu membiasakan diri dengan sepeda yang lebih ringan, efisien dalam mengayuh, mudah dalam pengendalian dan sederhana dalam perawatan. Setelah jam terbang dengan hardtail cukup banyak, barulah dapat beralih ke fulsus.

Saran ini sekarang mungkin sudah kurang relevan lagi, meskipun juga tidak salah. Mengapa? Karena, saat ini telah banyak sepeda fulsus yang memiliki performa dan efisiensi mendekati hardtail. Terutama pada sepeda 'kelas atas'.

Jadi, apabila budget-nya memang sudah tersedia, tidak ada salahnya langsung mencoba fulsus. Begitu pula bagi orang-orang yang baru memulai bersepeda di usia 30-an ke atas, memilih fulsus akan membuat bersepeda menjadi lebih nyaman.

Tentunya, yang dipilih bukan fulsus 'asal jadi' dengan efek bobbing besar (biasanya produk Cina atau produk lokal dengan harga di bawah Rp2 juta), karena justru akan menyengsarakan dan jangan-jangan malah akan membuat kapok bersepeda.

Efek bobbing adalah rantai mengendor dan mengencang akibat gerakan suspensi belakang, membuat kayuhan menjadi berat dan energi kita terbuang percuma. Ciri khas fulsus seperti ini adalah framenya terbuat dari besi, sistem suspensi belakangnya single pivot, dan drivetrainnya 18 speed.

Tetapi satu hal yang pasti, untuk pemula yang baru pertama kali membeli MTB, belilah sepeda cross country terlebih dahulu. Baik hardtail maupun fulsus. Jangan membeli sepeda freeride, apalagi downhill.

Terlebih dahulu tentukan anggaran belanja sepeda Anda

Agar tidak salah dalam menentukan pilihan, sebaiknya Anda tentukan dulu berapa budget belanja sepeda. Baru kemudian carilah sepeda yang sesuai dengan anggaran kita itu.

Jika budget-nya hanya Rp800 ribu, carilah sepeda seharga itu. Jangan mudah tergiur dan kebablasan membeli sepeda di atas budget yang disiapkan. Bisa-bisa istri Anda di rumah mengamuk karena jatah bulanannya berkurang.

Namun, jika Anda sudah membulatkan niat untuk menerjuni hobi ini, sebaiknya jangan membeli sepeda yang harganya di bawah Rp1,5 juta. Ketika Anda sudah mulai mengenal dunia sepeda, biasanya muncul keinginan untuk upgrade, meningkatkan spesifikasi sepeda.

Jika harga sepeda yang dibeli pertama kali di bawah Rp1,5 juta, akan sulit untuk meng-upgrade-nya. Karena biasanya framenya masih terbuat dari besi dengan gir 18 atau 21 speed. Jika sulit di-upgrade, tentu saja pilihannya adalah membeli baru. Itu berarti budget yang makin membengkak.

Memang, semakin mahal harga sebuah sepeda semakin baik pula kualitasnya. Pepatah 'harga ngga akan bohong' berlaku dalam membeli sepeda.

Namun memiliki sepeda murah tidak berarti pemiliknya hina, memiliki sepeda mahal juga tidak menandakan pemiliknya mulia. Ini hanya masalah seberapa tebal kantong Anda.

Sama seperti membeli perangkat ponsel. Bagi yang pendapatan perbulannya Rp1,5 juta, ponsel seharga Rp350 ribu sudah mencukupi.

Tapi bagi yang penghasilannya mencapai Rp10 juta sebulan, tentunya akan membeli ponsel yang lebih mahal, yang tentunya pasti memiliki kualitas dan teknologi yang mumpuni. [bersambung/mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
firman
Senin, 12 November 2012 | 16:05 WIB
mantaf gan infonya lucu lagi thx
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.