INILAH.COM, Jakarta - Membeli sepeda bisa juga dianalogikan dengan membeli mobil. Mobil mulai dari harga belasan juta hingga miliaran rupiah tersedia. Sepeda pun demikian, mulai dari yang berharga Rp500 ribuan hingga puluhan juta rupiah ada.
Ketimbang mempersoalkan gengsi, lebih penting bagi Anda yang agak minim secara finansial untuk membuktikan bahwa meski dengan sepeda murah tapi Anda lebih jago di tanjakan, lebih piawai di medan offroad, dan lebih kuat endurance-nya. Sambil, tentu saja, sisihkan sebagian penghasilan Anda agar ke depannya dapat meng-upgrade sepeda anda atau membeli sepeda yang lebih sesuai dengan keinginan.
Bagaimana harganya?
Sepeda gunung/ MTB bisa dibeli mulai dari harga satu jutaan hingga puluhan juta rupiah. Kualitas bahan, fitur dan desainnya lah yang membedakan.
Sepeda gunung seharga Rp1 jutaan, framenya masih terbuat dari besi dan hanya memiliki variasi gir 18 atau 21 speed, sedangkan yang puluhan juta berbahan serat karbon, bahan yang sama dengan pesawat terbang dan sudah memiliki gir 27 speed. Bagi kebanyakan orang, frame berbahan aluminium sudah mencukupi.
Jika memang budget Anda mencukupi, jangan membeli sepeda gunung dengan harga di bawah Rp1,5 juta. Untuk pemula yang sekadar ingin bicycling for fun, sepeda seharga 2 - 3 juta rupiah dengan frame aluminium dan gir 24 speed sudah sangat mencukupi.
Namun, jika Anda tertarik bersepeda di jalur offroad pegunungan, maka akan lebih bijak kalau Anda menyiapkan budget minimal Rp5 juta. Bukan untuk gengsi, tapi demi kenyamanan dan keselamatan saat kita berada di alam terbuka.
Harga tersebut adalah untuk meningkatkan drivetrain menjadi 27 speed, yang berfungsi agar kayuhan menjadi lebih efisien. Tapi bagi yang sudah kecanduan, sepeda seharga Rp10 juta pun masih dirasa kurang.
Berhati-hati juga terhadap virus upgrade, karena tiap pehobi sepeda pasti mengalami hal ini. Kendalikan hawa nafsu upgrade sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, jangan terlalu memaksakan diri karena gengsi memakai sepeda entry level.
Jangan sampai kita hanya fokus pada aktivitas mempercantik fisik sepeda (fashion bike) tapi melupakan aktivitas bersepedanya sendiri. Meskipun secara ekonomi kita mampu, tapi buat apa juga membeli sepeda belasan juta rupiah jika hanya dipakai untuk menikmati car free day setiap hari Minggu. (selesai)