INILAH.COM, Jakarta - Barang bekas seperti aluminium setelah rusak biasanya hanya akan berakhir di tempat sampah atau dijual ke pengumpul barang bekas. Namun siapa sangka, barang yang sudah tidak bernilai guna itu bisa menjadi sebuah alat transportasi.
Adalah Dr Suyitno, dosen Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik (FT) UGM, mengembangkan sepeda berbahan aluminium bekas. Aluminium bekas pun kini menjadi lebih bernilai guna dan bernilai ekonomis.
Pembuatan sepeda ini menggandeng industri kecil dan menengah (IKM) perajin aluminium yang berada di Giwangan, Yogyakarta. Sejumlah komponen seperti rangka, pedal, stang, dan stem yang digunakan merupakan hasil daur ulang cerdas sejumlah perajin aluminium.
“Pembuatan sepeda ini melibatkan IKM dalam pembuatan komponen sepeda yang dibuat melalui proses daur ulang,” ujar Suyitno seperti dikutip dari situs resmi UGM, Kamis (13/9).
Sepeda yang dikembangkan Suyitno memang unik tak hanya karena berasal dari bahan daur ulang. Sepeda yang diberi nama Castbike ini, rangkanya dibuat melalui proses pengecoran. Sementara rangka sepeda pada umumnya dibuat dengan pipa yang disambung melalui proses pengelasan
"Pembuatan rangka sepeda dari pipa memerlukan bahan baku dan teknologi pengelasan yang relatif kompleks untuk produksi secara massal,” jelas pria yang fokus menekuni kajian Metalurgi ini.
Kenyataan tersebut mendorong Suyitno mencari alternatif proses produksi rangka sepeda dengan menggunakan teknologi pengecoran sederhana. Dengan teknologi pengecoran sederhana itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pipa dan pengelasan yang tergolong kompleks.
Rangka sepeda Castbike tersusun atas tiga komponen yaitu rangka depan, rangka samping kanan, dan rangka samping kiri. Ketiga komponen tersebut disusun dan disambung dengan menggunakan baut. Sementara komponen rangka depan pada lubang dudukan sadel, lubang dudukan stang, dan lubang poros pedal dicetak pejal serta dilubangi dengan mesin bubut.
Saat ini Suyitno mengembangkan tiga buah model sepeda Castbike yaitu jenis urban untuk laki-laki, urban untuk perempuan, dan model sepeda gunung (MTB). Industri kecil binaannya mampu memproduksi lima unit rangka sepeda Castbike per harinya.
"Produksi sudah berjalan dan paten sudah diajukan. Semoga dalam waktu dekat bisa segera dirilis," katanya.
Karya Suyitno ini terpilih sebagai salah satu dari 104 karya inovasi Indonesia paling prospektif di tahun 2012 versi Business Innovation Center (BIC) Kemenristek RI. Kompetisi itu diikuti sebanyak 2.519 karya inovasi dari berbagai bidang. [mor]